Semarang, 21 maret 2014
dalam-dalam aku
menghela nafas, melepas beban yang terasa menggelayut
kau, mengapa selalu
menyulut isakku
Kau ... pergilah,
meski hatiku berbicara sebaliknya
Kau memberi apa yang
tak bisa kubagi dengan siapapun
hal sederhana yang tak
pernah benar-benar sederhana
Hatiku, Tanpa sadar
sering kau membelahnya
Yang kau jaga hanya
satu, yang kau puja hanya satu karena milikmu yang berharga hanya satu
Maka akan kujaga milikku
sendiri, karena memang begitu seharusnya
aku tak melimpahkan
atau menuding kepadamu
hanya..., kau
pergilah, maski hatiku berbicara sebaliknya
kau pergilah meski
hatiku mengatakan agar kau tetap tinggal
Tidak ada komentar :
Posting Komentar