Minggu, 08 September 2013

Anjing Berteriak Tentang Betapa Najisnya Seekor Babi. . . . .



        selalu dengan cara pura-pura peduli,, Sedangkan itu hanyalah sebuah kedok untuk  mengupas kesalahan orang lain.., setidaknyaaa begitulah menurutku.
        pernahkah terlintas dalam benak mereka untuk mencoba berkaca atau menilik sedikit tentang diri dan keperibadian masing-masing..??? dari sisi buruk tentu saja.  Atau pernahkah mereka  menngucap kata “mereka tak lebih busuk dariku, jadi tak ada alasan meng olok-olokkan segala sesuatu tentang moral di telinga mereka
Hyaaaaaah.....tentu saja tidak ... merekalah yang paling mulia di jagad ini....!!!
      Layakkah mereka menggembor-gemborkan mengenai moral maupun akhlak sese’orang Yang menurut mereka buruk  sedangkan merekapun meneteng moral bobrok,????
      Yah, mereka mengutuki sesuatu hal yang merekapun tak luput dari hal itu sendiri.
 Mulut mereka seperti gonggongan anjing  yang  meneriakkan betapa Najisnya  se’ekor babi.
      Sempurna sekali, jiwa yang mereka miliki terselubung dalam jasad yang penuh argumen.
Tentang kesucian,kemulia’an dan segala tetek bengeknya. 
Keluguan dan kelembutan hanya berperan sebagai  pakaian dalam yang menutupi
Satu persatu Kemaluan mereka.
             Mungkin mereka  lebih banyak mencantumkan tokoh-tokoh politik tanah air  dalam Daftar orang-orang yang menginspirasi mereka. Yah, kenapa tidak, mereka pandai sekali Dalam hal balik membalik fakta, sedikit ataupun banyak dan besar maupun sekecil apapun.. Salah dan khilaf yang mereka perbuat tetap akan di pandang sebagai sebuah kebenaran.
      haha..... seperti itulah sifat  mawar.....,,
Elok memang, namun duri adalah kodrat yang akan tetap mereka sandang.