Lirih angin
menyayat-nyayat apa saja yang ia belai ... nenerbangkan mehkota-mahkota mawar
liar yang memang sudah layu ... apa yang dapat dinilai indah dari mawar yang
sekarang tinggal bersisa tangkai ... ?
aku memandang iba kepada kelopak yang meluruh satu per satu ...
Aku memungut
kelopak-kelopak yang telah kuyu terinjak ... namun sesaat kemudian angin
menerbangkannya ... aku kembali memungutnya ... namun anginpun kembali
menjatuhkannya ... aku memungutnya ... dan angin menghancurkannya ....
Angin menyapu
lembut wajahku ... membawa pergi kelopak-kelopak mawar milikku...
Tidak ada komentar :
Posting Komentar