Minggu, 27 September 2015

Hingar

Hingar tak lagi terlihat bingar,
Pernah kita memantik sumbu dan arang menjadi kobaran.
Kekasih, sumbu-sumbu milik kita, apakah sudah padam ?
Akankah kita tinggalkan ?

Selasa, 02 Desember 2014

Selamat Malam Sayang



Assalamu’alaikum
Selamat malam sayang,
Engkau masih terjaga ?
Aku sekedar ingin menyapamu
Maaf, semoga aku tidak lancang 
Selarut ini, seperti yang kau tahu, mimpi seperti tak menarik lagi
Aku masih mengenang bahwa Kau tak pernah lupa menimangku di kala itu
Tutur katamu menggembirakan, menautkan aku kepadamu
Apa engkau berbahagia saat ini ?
Apa engkau menggembirai kebahagiaanmu yang baru ?
Aku, hatiku belum tawar sayang
Mereka mengetuk membawakan hingar dan bingar
Bersenandung melagukan kebahagiaan dan masa depan
Tetapi sekali lagi, hatiku belum tawar sayang
Tidak, aku tidak lagi menunggumu di bibir pintu seperti sore itu
Aku tidak lagi menunggumu seperti dulu, bukan itu
Tetapi agaknya aku masih menjaga sesuatu yang masih menjadi milikmu
Entahlah, tetapi, sungguh, aku tidak merekanya, 
Nuraniku ini, ia memang tak tahu malu 
Sayang, rupanya ada sesuatu yang mengintip di sudut mataku
Ha ha, bulir-bulir kecil ini mengapa selalu bertandang
Baiklah, kalau begitu aku sudahi saja dulu, aku hanya ingin menyapamu
Kau, lekas katupkan kedua matamu yang indah itu
Semoga bahagia senantiasa ternaung atasmu sayangku
Selamat malam
                                                                                                           


Minggu, 01 Juni 2014

Sore Pertama di Bulan Juni



Semarang, 01-06-2014

Sore pertama di bulan juni, kuncup-kuncup kamboja merekah seutuhnya, sepasang kupu-kupu menggeliat elok diatasnya, memilih mahkota paling sempurna sebagai alas untuk rindu-ridu yang akan segera terpadu. Aku memiliki rindu yang serupa dengan yang mereka miliki. kekasih, aku membingkis rindu tanpa sembilu, rindu  yang kuhadiahkan kepadamu.
Bunga kini mekar di tanganku, rupanya kau menghadiahiku benih yang tumbuh tak mempedulikan rupa si musim, warna merahnya yang masih pekat indah disirami cahaya sore yang hangat. Semoga waktu yang terbiasa kejam tak merenggutnya dariku.

Selasa, 20 Mei 2014

Di Sore yang Belum Jingga



Semarang, selasa, 20-05-2014        
                                                 
            Sore yang belum memancar jingga, Hanin duduk di tepian pantai berlangitkan daun-daun rindang, riuh angin mengoyak rambut tipisnya menjadi tak beraraturan, ia menyipitkan mata, memandang tak berujung ke laut lepas.
            Sesekali ia memalingkan pandangan kepada laki-laki yang sedari tadi duduk disampingnya, laki-laki yang belum lama menjadi kekasihnya, gemuruh ombak yang biasanya terdengar parau kini menjadi melodi indah nan sahaja, agaknya kegembiraan memancar dari kedua bola mata Hanin yang tampak menyala kala itu.
            Tak ada percakapan yang cukup serius di antara mereka, hanya celoteh-celoteh kecil yang membuahkan tawa, menumbuhkan kembali keriangan di benak Hanin yang pernah begitu terluka. dikepalanya tersimpan benyak pertanyaan yang sebetulnya ingin ia lontarkan kepada kekasihnya itu, namun ia membiarkannya menguap terbawa angin yang meliuk, ia tahu bahwa kekasihnya akan memberinya jawaban yang membuatnya tersenyum lebar, ya, tentu saja. yang ia takutkan adalah jika nanti ia menemukan jawaban yang berbeda dari kedua bola mata  laki-laki itu.
Pekikan burung yang berarak pulang mengantarkan matahari menuruni singgasana agungnya, cahaya kemerahan memancar dari sela-sela awan mendung yang berkerumun di atas lautan. Hanin dan kekasihnya beranjak dari tempat itu, meninggalkan pertanyaan yang masih mengganjal di benak Hanin, pertanyaan yang sesungguhnya begitu sederhana “apakah kau benar mencintaiku ?”
           
           
           
           

Sabtu, 05 April 2014

Secangkir Kebersamaan

  
     


Asap mengepul dari cangkir-cangkir hangat penuh semangat, aroma kopi menyeruak memenuhi ambang-ambang kebersamaan. 
Salah satu ruang dari beberapa sudut rumah kost tempatku bernaung, disinilah obrolan sederhana saling berpadu mengawali sahaja pagi yang sama sederhananya, pujian, ejekan, candaan, dan makian sarat akan kasih sayang yang tak sepenuhnya tersirat.
            Selamat pagi ... :)