Rabu, 25 Desember 2013

Tersesat



Ya Allah ... ya Rahman ... ya Rahim
Rabb....
Aku bukanlah seorang hamba Yang terbiasa bersya’ir,
Dengan petikan-petikan bulir tasbih ...
Dalam seperempat malamku,
Aku mungkin hanyalah seonggok sampah ...
yang kau takdirkan dapat berjalan,,
Namun Rabb-ku ...
Betapa rasa damai menelisik Kedalam bilik-bilik qalbuku ...
Ketika sajak-sajak sabdaMU mengalun ...
menyentuh daun-daun telingaku,,
Ada haru ... ada rindu ...
Akankah engkau terbahak jika sekedar ku berkata ...
Bahwa aku sungguh sangat merindukanMU ?
Sedang bongkahan-bongkahan nista masih saja erat ku kepal,,
enggan beranjak dari kubangan yang menelanku perlahan ...
Membawa diri terjerembab pada liang yang kian dalam ...
terkikis  angan, keindahan dan dusta yang begitu amat panjang,,
Rabb....
Bukankah terlampau jauh aku melangkah ?
Aku berjalan dalam ba’it-ba’it waktu yang sumbang
Aku merindukanMU
Aku menjadi buta ... aku menjadi tuli ...
Aku rindu untuk pulang, aku rindu untuk pulang
Namun aku tersesat ... aku tersesat ...

Minggu, 08 September 2013

Anjing Berteriak Tentang Betapa Najisnya Seekor Babi. . . . .



        selalu dengan cara pura-pura peduli,, Sedangkan itu hanyalah sebuah kedok untuk  mengupas kesalahan orang lain.., setidaknyaaa begitulah menurutku.
        pernahkah terlintas dalam benak mereka untuk mencoba berkaca atau menilik sedikit tentang diri dan keperibadian masing-masing..??? dari sisi buruk tentu saja.  Atau pernahkah mereka  menngucap kata “mereka tak lebih busuk dariku, jadi tak ada alasan meng olok-olokkan segala sesuatu tentang moral di telinga mereka
Hyaaaaaah.....tentu saja tidak ... merekalah yang paling mulia di jagad ini....!!!
      Layakkah mereka menggembor-gemborkan mengenai moral maupun akhlak sese’orang Yang menurut mereka buruk  sedangkan merekapun meneteng moral bobrok,????
      Yah, mereka mengutuki sesuatu hal yang merekapun tak luput dari hal itu sendiri.
 Mulut mereka seperti gonggongan anjing  yang  meneriakkan betapa Najisnya  se’ekor babi.
      Sempurna sekali, jiwa yang mereka miliki terselubung dalam jasad yang penuh argumen.
Tentang kesucian,kemulia’an dan segala tetek bengeknya. 
Keluguan dan kelembutan hanya berperan sebagai  pakaian dalam yang menutupi
Satu persatu Kemaluan mereka.
             Mungkin mereka  lebih banyak mencantumkan tokoh-tokoh politik tanah air  dalam Daftar orang-orang yang menginspirasi mereka. Yah, kenapa tidak, mereka pandai sekali Dalam hal balik membalik fakta, sedikit ataupun banyak dan besar maupun sekecil apapun.. Salah dan khilaf yang mereka perbuat tetap akan di pandang sebagai sebuah kebenaran.
      haha..... seperti itulah sifat  mawar.....,,
Elok memang, namun duri adalah kodrat yang akan tetap mereka sandang.
   

  









Selasa, 30 Juli 2013

"Dicumbu Hampa



.....Garis khayalku hampaa.....
Entah berapa lama waktu  kulewatkan  hanya untuk sekedar beradu pandang dengan hamparan Putih bergaris tepi warna hitam yang tak begitu pekat ini, namun tak setitik noda hitampun mampu ku Tuang.
    Memory berjejal, namun tetap membisu tak bergeming. Gelisah mencumbuku malam ini.
Menggiringku pada suatu dimensi  khayal tak berpenghuni.
 .......Sunyii.......
    Malam merangkak tertatih menuju pagi,  sepertinya waktu tak lagi sabar  barang sejenak untuk  tetap tinggal.
Sesekali  kuedarkan  pandangan pada sosok – sosok  jasad yang tergolek itu,
arkh....  mereka tengah asyik berkutat dengan alam tak nyata mereka.....
biar sajalah... mungkin itu satu – satunya kesempatan mereka untuk mendapatkan sesuatu yang takkan pernah mereka  dapatkan bila saja  kelopak mata mereka kembali ternganga.
 ....Kembali menilik pada ruang khayalku.....
 ....masih saja hampa....
    Daannnn.......BAJINGAN...!!!!!
Telepon rumah itu berdering dan barusaja mengguncangku, 
 dadaku berdesir hebat sebelum akhirnya mereda.., siapa orang bodoh yang menelfon tengah malam begini, bahkan tengah malampun sepertinya telah lewat beberapa waktu lalu.
    Lonceng jam berdentum keras, terdengar sangat keras pada jam – jam seperti sa’at ini.
.....jam 02 pagi......
    Selarut ini, ba’it – ba’it imajinasi belum juga sudi menjamahku.
“Hhhaaaakkhhh..... “
aku menguap,
kedua belah kelopak mataku tiba – tiba terasa semakin berat saja,
    Tersadar bahwa sebaris mimpi tengah menungguku.  memanggilku bercumbu di peraduannya.
akhirnya terlelap bersama kisah yang sa’at ini masih ku tebak-tebak.
   Dan seperti halnya mereka, di dimensi inilah aku mungkin bisa memiliki segala hal yang bahkan aku tak berani menginginkannya bila aku terbangun nantinya.
    “ .......night..........”

Selasa, 23 Juli 2013

"Tanpa JuduL



mentari kembali tenggelam di balik peraduan,
Sejenak terlelap bersama angkuh dan congkak  biasnya.
Malam kini leluasa mengambil alih
Dengan angkuh mengelebatkan jubah Kebesarannya yang hitam pekat itu.
Rembulan pucat pasi seperti mayat itu,  tampak jenuh menyaksikann sepenggal kisah Yang tengah mereka rajut di hamparan semesta ini, 
yyaah... seperti halnya aku.
Dan di tempatku berpijak sa’at ini, kembali tersurat ba’it-ba’it tentang kehidupan.
Ungkapan tentang mimpi-mimpi yang tampaknya sampai kapanpun  hanya akan
menjadi  sebuah mimpi.
Tentang  kisah – kisah yang terkontaminasi ke’indahan, kebahagia’an, ketulusan,
Kesedihan, tawa, harapan, keputus asa’an dan segala tetek bengek kehidupan,
hingga mampu tercipta perpaduan  rasa yang berkecamuk dan tidak jarang bergolak hebat.

Pada setiap jengkal hari yang baru terbangun , terlahir pula harapan-harapan baru.
Namun, sepertinya raut wajah hari  yang tak pernah serupa selalu  
Mempertontonkan  air muka yang tak pernah jauh  berbeda.
Meleburkan segenap angan dan membentangkan  garis keraguan.