Ya Allah ... ya
Rahman ... ya Rahim
Aku bukanlah
seorang hamba Yang terbiasa bersya’ir,
Dengan
petikan-petikan bulir tasbih ...
Dalam seperempat
malamku,
Aku mungkin
hanyalah seonggok sampah ...
yang kau
takdirkan dapat berjalan,,
Namun Rabb-ku ...
Betapa rasa damai
menelisik Kedalam bilik-bilik qalbuku ...
Ketika sajak-sajak sabdaMU mengalun ...
menyentuh daun-daun
telingaku,,
Ada haru ... ada
rindu ...
Akankah engkau
terbahak jika sekedar ku berkata ...
Bahwa aku sungguh
sangat merindukanMU ?
Sedang
bongkahan-bongkahan nista masih saja erat ku kepal,,
enggan beranjak
dari kubangan yang menelanku perlahan ...
Membawa diri terjerembab
pada liang yang kian dalam ...
terkikis angan, keindahan dan dusta yang begitu amat
panjang,,
Rabb....
Bukankah terlampau
jauh aku melangkah ?
Aku berjalan
dalam ba’it-ba’it waktu yang sumbang
Aku merindukanMU
Aku menjadi buta
... aku menjadi tuli ...
Aku rindu untuk
pulang, aku rindu untuk pulang
Namun aku
tersesat ... aku tersesat ...
