kususuri ujung senja dengan mata
yang basah, biar hati yang meradang membaur oleh isak yang meraung, perlahan
pudar kemudian hanyut oleh deru angin, aku terus melaju meninggalkan amarah
diujung kota buaianku, mengurai geram yang tak kunjung hilang ...
mendekap sisa-sisa kehangatan yang seumur
hidup telah mereka suguhkan, semoga tak
membeku dan benar-benar kulupakan ...
jepara-semarang
Tidak ada komentar :
Posting Komentar