Selasa, 23 Juli 2013

"Tanpa JuduL



mentari kembali tenggelam di balik peraduan,
Sejenak terlelap bersama angkuh dan congkak  biasnya.
Malam kini leluasa mengambil alih
Dengan angkuh mengelebatkan jubah Kebesarannya yang hitam pekat itu.
Rembulan pucat pasi seperti mayat itu,  tampak jenuh menyaksikann sepenggal kisah Yang tengah mereka rajut di hamparan semesta ini, 
yyaah... seperti halnya aku.
Dan di tempatku berpijak sa’at ini, kembali tersurat ba’it-ba’it tentang kehidupan.
Ungkapan tentang mimpi-mimpi yang tampaknya sampai kapanpun  hanya akan
menjadi  sebuah mimpi.
Tentang  kisah – kisah yang terkontaminasi ke’indahan, kebahagia’an, ketulusan,
Kesedihan, tawa, harapan, keputus asa’an dan segala tetek bengek kehidupan,
hingga mampu tercipta perpaduan  rasa yang berkecamuk dan tidak jarang bergolak hebat.

Pada setiap jengkal hari yang baru terbangun , terlahir pula harapan-harapan baru.
Namun, sepertinya raut wajah hari  yang tak pernah serupa selalu  
Mempertontonkan  air muka yang tak pernah jauh  berbeda.
Meleburkan segenap angan dan membentangkan  garis keraguan.

 


1 komentar :