.....Garis khayalku hampaa.....
Entah berapa lama waktu kulewatkan
hanya untuk sekedar beradu pandang dengan hamparan Putih bergaris tepi warna hitam
yang tak begitu pekat ini, namun tak setitik noda hitampun mampu ku Tuang.
Memory
berjejal, namun tetap membisu tak bergeming. Gelisah mencumbuku malam ini.
Menggiringku pada suatu dimensi khayal tak berpenghuni.
.......Sunyii.......
Malam
merangkak tertatih menuju pagi,
sepertinya waktu tak lagi sabar barang
sejenak untuk tetap tinggal.
Sesekali kuedarkan
pandangan pada sosok – sosok jasad yang tergolek itu,
arkh....
mereka tengah asyik berkutat dengan alam tak nyata mereka.....
biar sajalah... mungkin itu satu – satunya
kesempatan mereka untuk mendapatkan sesuatu yang takkan pernah mereka dapatkan bila saja kelopak mata mereka kembali ternganga.
....Kembali
menilik pada ruang khayalku.....
....masih
saja hampa....
Daannnn.......BAJINGAN...!!!!!
Telepon rumah itu berdering dan barusaja
mengguncangku,
dadaku berdesir
hebat sebelum akhirnya mereda.., siapa orang bodoh yang menelfon tengah malam
begini, bahkan tengah malampun sepertinya telah lewat beberapa waktu lalu.
Lonceng jam berdentum keras, terdengar sangat keras pada jam – jam seperti sa’at ini.
Lonceng jam berdentum keras, terdengar sangat keras pada jam – jam seperti sa’at ini.
.....jam 02 pagi......
Selarut
ini, ba’it – ba’it imajinasi belum juga sudi menjamahku.
“Hhhaaaakkhhh..... “
aku menguap,
kedua belah kelopak mataku tiba – tiba terasa
semakin berat saja,
Tersadar
bahwa sebaris mimpi tengah menungguku.
memanggilku bercumbu di peraduannya.
akhirnya terlelap bersama kisah yang sa’at ini
masih ku tebak-tebak.
Dan
seperti halnya mereka, di dimensi inilah aku mungkin bisa memiliki segala hal
yang bahkan aku tak berani menginginkannya bila aku terbangun nantinya.
“ .......night..........”
puitis bgt,, cocok jadi penulis km dek
BalasHapushe he he .., masih belajar banget :)
BalasHapus