Assalamu’alaikum
Selamat malam sayang,
Engkau masih terjaga ?
Aku sekedar ingin menyapamu
Maaf, semoga aku tidak lancang
Selarut ini, seperti yang kau tahu, mimpi seperti tak menarik lagi
Aku masih mengenang bahwa Kau tak pernah lupa menimangku di kala itu
Tutur katamu menggembirakan, menautkan aku kepadamu
Apa engkau berbahagia saat ini ?
Apa engkau menggembirai kebahagiaanmu yang baru ?
Aku, hatiku belum tawar sayang
Mereka mengetuk membawakan hingar dan bingar
Bersenandung melagukan kebahagiaan dan masa depan
Tetapi sekali lagi, hatiku belum tawar sayang
Tidak, aku tidak lagi menunggumu di bibir pintu seperti sore
itu
Aku tidak lagi menunggumu seperti dulu, bukan itu
Tetapi agaknya aku masih menjaga sesuatu yang masih menjadi
milikmu
Entahlah, tetapi, sungguh, aku tidak merekanya,
Nuraniku ini, ia memang tak tahu malu
Nuraniku ini, ia memang tak tahu malu
Sayang, rupanya ada sesuatu yang mengintip di sudut mataku
Ha ha, bulir-bulir kecil ini mengapa selalu bertandang
Baiklah, kalau begitu aku sudahi saja dulu, aku hanya ingin
menyapamu
Kau, lekas katupkan kedua matamu yang indah itu
Semoga bahagia senantiasa ternaung atasmu sayangku
Selamat malam
[masih] menunggu kata-kata yang akan terucap. tanpa paksa.
BalasHapusbtw, kembange mbok diilangi, ngabot-ngaboti
Sepertinya kata2 kehilangan bahasa....
BalasHapusSaran di tampung mas, makasiihh heuheuheu